Rabu, 07 September 2011

Herdi Yulis : Nota Penjelasan Tidak Ada Kecocokan

. Rabu, 07 September 2011
0 komentar

Pandangan Umum Fraksi Persatuan Pembangunan Demokrasi atas nota penjelasan empat Ranperda yang disampaikan dalam Rapat Paripurna, Senin (14/2), sekaitan Ranperda Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan dalam pandangan umum Fraksi Persatuan Pembangunan Demokrasi, menilai nota penjelasan tidak ada kecocokan antara tim pembuat Ranperda dengan Walikota.

Sekretaris Fraksi Persatuan Pembangunan Demokrat, Herdi Yulis pada www.sumbarONLINE.com, Senin (14/2), menyatakan, bahwa memperhatikan Ranperda dan nota penjelasan tidak ada kecocokan antara tim pembuat Ranperda dengan Walikota.

Dalam Nota penjelasan Walikota menyarankan untuk tidak dibentuk, cukup mengoptimalkan di Dinas Pertanian, sedangkan disisi lain tim sendiri mengajukan Ranperda Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan ke DPRD. "Apakah tidak ada koordinasi?" ucap politikus partai PPP ini.

Keberadaan Ranperda Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan sangatlah jelas diatur oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006. Untuk itu Fraksi Persatuan Pembangunan Demokrasi sangat menyambut baik keberadaannya.
Berkaca ke daerah lain, keberadaan Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan mempunyai peran sangat strategis. Kalaulah surat dari Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor B/1364/D.II PAN-RB/11/2010, tanggal 29 November 2010 yang dijadikan dasar untuk pelaksanaan penyuluhan dioptimalkan pada Dinas Pertanian, menurut Herdi Yulis, kami pikir Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 bagi Kota Solok tidaklah adil dalam pelaksanaan Pemerintahan Daerah.

Kenapa pada daerah-daerah lain di negara Indonesia ini keberadaan Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan atau yang di kenal BP4K diakui oleh Pemerintah Pusat, malahan begitu banyak sumber dana APBN yang kucurkan bagi daerah yang telah membentuk Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, salah satu contohnya Kabupaten Bogor.

"Kami berharap dalam pembahasan Ranperda Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan perlu kita cermati bersama," pungkas Herdi Yulis.sumber www.sumbaronline.com

Klik disini untuk melanjutkan »»

DPRD Kota Solok Utus Herdi Yulis Ikuti Pemuda Politisi Parlemen

.
0 komentar

Pemuda politisi parlemen Indonesia mengadakan pertemuan di Jakarta selama tiga hari awal November in. Iven ini diprediksi akan diikuti sebanyak 1.800 orang.

Acara temu pemuda politisi parlemen Indonesia ini dipercayakan
sebagai tuan rumah adalah PWI Pusat bersama Mapilu (masyarakat
pemantau pemilu) serta lembaga stuktural di lingkungan PWI.

Parlemen kota Solok mengutus anggota DPRD termuda dengan usia 29
tahun, Herdi Yulis SH, dari komisi C. Herdi Yulis saat di jumpai
sumbarONLINE.com, hari ini, menyatakan, tujuan dari acara pertemuan pemuda parlemen se Indonesia ini sangat bagus karena ini momennya sangat tepat dengan hari sumpah pemuda ke 82.

"Selain itu kegiatan ini merupajan ajang menjalin komunikasi dengan pemuda sesama anggota parlemen walaupun berbeda partai, dan kita bukan melihat dari partainya tetapi kita melihat dari sisi rasa kebangsaan serta acara pemuda parlemen ini bukan membicarakan politik tapi mendeklarasikan pemuda politik ke depannya," ucapnya.

Karena, ulasnya, di era reformasi ini peran pemuda sangat perlu sekali, dan di era reformasi ini pula banyak kita lihat muncul pemuda
politik dan sukses menjadi anggota DPR, DPD,DPRD Propinsi, kabupaten dan kota yang berusia 30 tahunan.

"Itu semua sesuai ikrar yang dicetuskan oleh Budi Utomo dan dr. Wahidin Soedirohoesodo pada tahun 1928 silam," ucap Herdi Yulis, mengakhiri. sumber : www.sumbaronline.com

Klik disini untuk melanjutkan »»

Flamenggo FC Keluar Sebagai Pemenang

.
0 komentar

Klub Futsal “Flamenggo FC” akhirnya keluar sebagai juara I kejuaraan Spartacks with Herdiyulis Futsal Turnament yang berlangsung 9-10 Juli 2011 lalu dilapangan Indoor Solok. Sebagai juara II diraih oleh Xayore FC dari Sawahlunto yang dikuti Spartacks Ultras Solok FG pada urutan ke III. Dan, sebagai juru kunci (juara IV) adalah Samsat Solok FC. Pada kejuaraan ini, juga tercatat Aan dari Xayore FC (Sawahlunto) sebagai Top Scorer dengan gol terbanyak 13 gol.

Promotor kegiatan, Herdiyulis mengatakan total hadiah untuk para juara adalah Rp. 4 Juta ditambah trophy tetap. Karena kegiatan berjalan lancar dan menarik minat banyak penonton, dia merencanakan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut secara berkesinambungan/kelanjutan. Juga, tidak tertutup kemungkinan iven kegiatan digelar pada peringatan hari-hari besar Nasional dan lainnya. Diharapkan, kejuaran regular itu nantinya bisa memancing keikutsertaan pemuda/generasi muda yang lebih besar.

“Moga kegiatan olahraga seperti ini berdampak positif pada pembangunan karakter dan mental pemuda/generasi muda yang lebih baik. Setidaknya bisa mengurangi kenakalan remaja, dekadensi moral dan kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan terlarang pada generasi muda. Kita mendukung motto pemerintah mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Pepatah mengatakan, bahwa didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” ucap Herdiyulis optimis. Spartacks sendiri merupakan sebuah komunitas suporter Semen Padang yang berada di Kota Solok. Sementara itu, Herdiyulis mengaku dirinya lahir dari komunitas-komunitas pemuda yang kreatif. Makanya, dia merasa bertanggungjawab untuk membantu dan menyukseskan kegiatan kepemudaan tersebut.sumber www.bakinnews.com

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 10 Mei 2011

Adalah Hari Dari Jati Diri Bangsa

. Selasa, 10 Mei 2011
0 komentar

Siapa yang tidak kenal sosok tokoh pendidikan Bapak Ki Hadjar Dewantara, tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia. Ki Hadjar yang bernama asli R.M. Suwardi Suryaningrat merupakan tokoh pendidikan Nasional. Aktivitasnya dimulai sebagai jurnalis pada beberapa surat kabar dan bersama EFE Douwes Dekker, mengelola De Expres. Ki Hadjar pun aktif menjadi pengurus Boedi Oetomo dan Sarikat Islam. Selanjutnya, bersama Cipto Mangun Kusumo dan EFE Douwes Dekker, dijuluki ”Tiga Serangkai” Ia mendirikan Indische Partij, sebuah organisasi politik pertama di Indonesia yang dengan tegas menuntut Indonesia merdeka. Pada zaman Jepang, peran Ki Hadjar tetap menonjol. Bersama Soekarno, Hatta dan Mas Mansur, mereka dijuluki “Empat Serangkai,” memimpin organisasi Putera. Ketika merdeka, Ki Hadjar menjadi Menteri Pengajaran Pertama.

Kita tidak membahas siapa Ki Hajar Dewantoro, tapi hanya ingin mengulas kembali makna Hari Pendidikan Nasional ini dari sudut pandang sebagai seorang anak bangsa. Semua tahu bahwa 2 Mei adalah Hari Pendidikan Nasional, tapi apakah pendidikan di Indonesia sudah menanamkan jiwa Nasionalisme pada anak bangsa? atau mendidik hanya sebatas memenuhi perabot rumah tangga?
Sekilas mari kita menyinggung hal tersebut karena selama ini pendidikan selalu dikaitkan dengan biaya atau uang, bayar banyak maka pendidikan berkualitas, biaya pendidikan murah kadang dipertanyakan kualitasnya. Walau dalam hal ini jarang orang menanyakan tentang kaitan Hari Pendidikan Nasional dengan kualitas pendidikan di Indonesia.

Namun, selama ini yang namanya Hari Pendidikan Nasional adalah sebuah seremonial semata. Diperingati dengan lomba dan upacara bendera. Apakah dengan lomba dan lebih-lebih upacara bendera, mutu dan kualitas pendidikan menjadi lebih baik? Apakah bisa menjadikan biaya pendidikan menjadi murah?

Bila ilmu adalah harta, maka sistim pendidikan adalah pintunya. Disetiap masa pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan suatu bangsa. Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam senantiasa memacu para sahabat untuk belajar membaca. Lebih jauh beliau menanamkan aqidah sebagai pondasi yang sangat kokoh sehingga Islam mencapai kejayaannya.

Berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan tampaknya masih harus melewati jalan terjal. Masih banyak orang yang menempuh pendidikan sekadar untuk mendapatkan selembar ijazah. Sementara seberapa banyak ilmu yang benar-benar diserap kurang tercermin dari angka-angka yang tertera. Saya khawatir kita sudah terpasung oleh formalitas dengan menyisihkan realitas. Bangsa ini masih belum melihat bahwa pendidikan adalah investasi masa depan. Menanam modal pendidikan demi kemajuan bangsa kelak masih menjadi sesuatu yang berat dilakukan.

Kembali lagi tentang hari Pendidikan Nasional, bahwa permasalahan pendidikan harus disikapi secara serius oleh semua pihak baik para orangtua siswa, para teknisi pendidikan dan pemerintah. Ada baiknya duduk dalam satu meja untuk mencari solusi yang tepat dalam memajukan pendidikan Nasional. Apabila diajak secara langsung membahas tentang hal itu, lebih baik dan masing-masing mempunyai rasa tanggungjawab untuk menjawab tantangan bangsa ini kedepan dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih maju, bermartabat dan setara dengan bangsa lain dalam ilmu pengetahuan.
Jika Hari Pendidikan Nasional memiliki makna pentingnya pendidikan sebagai sarana mengembangkan kualitas SDM Negara ini, maka perlu kiranya yang diperhatikan pada dunia pendidikan tidak hanya pendidik saja, tapi yang lainnya juga seperti peserta didik, lembaga pendidikan, sarana prasarana dan kurikulum yang merata serta beberapa pelayanan yang sama. Beberapa bulan yang lalu gaji guru dinaikkan, biaya pendidikan juga ikut naik, kurikulum tiap tempat berbeda walau pada hakikatnya mengacu pada keputusan (tapi kualitas SDM masih beragam), sarana prasarana lembaga pendidikan masih banyak bermasalah (banyak gedung sekolah rusak, padahal sudah ada BOS) dan pelayanan kepada peserta didik pada lembaga pendidikan masih banyak yang diskriminatif.

Jadi, Hari Pendidikan Nasional adalah hari dari jati diri bangsa dimana hari pendidikan bisa menggambarkan atau ruh dari bangsa kita, bangsa yang besar adalah bangsa yang peduli akan pendidikan, dan pendidikan adalah modal awal dari perkembangkan bangsa. Semoga pemikiran yang sedikit ini bisa memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 06 Maret 2011

Bermain Dilapangan : Sepakbola dan Politik

. Minggu, 06 Maret 2011
0 komentar

Bulat dan bundar memang sama persis. Tapi politik dan bola, tidak hanya memiliki kesamaan, tapi juga banyak perbedaan. Samanya, bola dan politik punya tujuan kemenangan dan kekuasaan. Dan keduanya dalam dimensi probabilitas. Yang memiliki kualitas teknik, mental,kepemimpinan, dan modal, kecenderungan menangnya lebih tinggi. Bedanya politik memiliki legitimasi dalam mencapai tujuan. Sementara sepakbola mengedepankan unsur persaingan. Yang terbaik bukan ditentukan oleh banyaknya suara dan seberapa besar massa yang mendukung tetapi oleh banyaknya gol ke gawang lawan. Dewasa ini sepakbola tidak hanya sekedar banyaknya gol yang tercipta, tetapi juga permainan indah ala Jogo Bonito maupun Tango.
Sepakbola adalah sebuah permainan yang terukur yang diatur dengan aturan-aturan yang sangat jelas. Misalnya, yang bertanding dilapangan adalah sebelas orang melawan sebelas orang, ukuran lapangan, ukuran gawang, warna dan bentuk pakaian yang digunakan sampai lamanya pertandingan, semua diatur dengan jelas.

Untuk menentukan menang kalah pun ukurannya jelas, yaitu jumlah gol yang bersarang digawang lawan. Disaksikan oleh para penonton pasif yang hanya bisa menyemangati dan berkomentar tapi tidak berhak ikut ambil bagian dilapangan. Sementara itu, politik apalagi politik di Negara Demokrasi adalah sebuah permainan kolektif yang melibatkan seluruh rakyat yang menghuni Negara tersebut. Dalam politik, siapa lawan dan siapa kawan sangat cair, posisi sebagai lawan atau kawan bisa berubah dalam hitungan detik. Ukuran menang dan kalah juga tidak bisa diukur dengan angka-angka yang pasti. Aturan main dan pemilihan wasitpun diatur oleh para pemain sendiri.

Dalam politik partai yang kalah dalam Pemilu Legislatif bisa menang dalam pemilihan Presiden. Dalam politik juga tidak ada penonton pasif, seluruh rakyat yang hidup dalam sebuah Negara Demokrasi adalah pemain aktif yang ikut menentukan arah permainan.

Politik memang merambah dunia sepakbola. Berlusconi semasa menjabat sebagai Perdana Menteri sanggup menjadi orang nomor satu di AC Milan. Prestasinya sangat mengesankan. Beberapa kali AC Milan diantarkan ketangga juara. Mahkota Liga Champions Eropa bahkan pernah direbutnya.

Publik boleh menilai, untuk melapangkan jalan menuju tahta kekuasaan diperlukan banyak pelicin yang kita sebut sebagai uang. Di Indonesia kalimat ini boleh kita tambahkan untuk menjadi Walikota/Bupati kita memerlukan sepakbola sebagai penarik simpati rakyat. Dengan kata lain pengertian sepakbola di Indonesia memiliki persepsi sebagai ladang uang, simpati dan kesuksesan.

Tetapi tergantung siapa yang memandang bahwa sepakbola sekedar bagian dari kehidupan politik. Pada hakekatnya politik bukan kita gunakan sebagai diktator atau membentuk sebuah pemerintahan otoriter. Politik kita gunakan untuk mengatur rakyat menuju keadilan sosial disamping kemakmuran rakyat itu sendiri.

Disisi lain, sepakbola dijadikan ajang menarik simpati rakyat. Menjelang Pilkada Klub yang dibina salah satu peserta Pilkada disibukkan untuk meraih kemenangan sebagai alat kampanye. Kemenangan dihargai mahal dan dijadikan dalih ini adalah berkat usaha sang peserta Pilkada tersebut.

Apa jadinya jika kita menyelipkan sebuah permainan kotor dan mencoba mencampur adukkan antara politik dengan sepakbola. Jangankan permainan menarik yang bisa kita tonton. Bisa-bisa dilapangan kita menyaksikan sepakbola brutal, sepakbola gajah atau yang kita sebut sebagai permainan sabun dan sederet tindakan unsportivitas lainnya, jika Negara Indonesia ini diibaratkan sebagai sebuah tim sepakbola.

Maka dalam tim Indonesia ini dapat kita saksikan terdapat banyak sekali “striker” handal yang sangat piawai mencetak gol. Hanya saja, sayangnya para pemain yang berposisi sebagai “striker” di tim Indonesia ini seluruhnya lebih mementingkan pencapaian pribadi sebagai “pencetak gol terbanyak,” dibandingkan pencapaian tim secara kolektif yaitu kemenangan.

Jadi pada masa sekarang, sebenarnya yang sangat dibutuhkan di Negara ini adalah “pelatih” dan “playmaker” berkualitas, bukan “striker” yang jumlahnya melimpah ruah.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Powered By Blogger
Free Web Site Counter
PASANG IKLAN DISINI. Silahkan Hubungi Kami 0813 74 991124
INDAHNYA KEBERSAMAAN

TERIMA KASIH atas kunjungan anda, Semoga Blog ini dapat menjadi media Penyerap, Penampung, Penyalur dan Memperjuangkan Aspirasi, sehingga kita semua dapat Mewujudkan Tatanan Kehidupan Masyarakat Yang Kritis Dan Dinamis Dalam Menggerakan Dinamika Pembangunan Yang Berlandaskan Pada Prinsip-Prinsip Pemerintahan Yang Baik Dan Bersih Di Bawah Ridho Allah SWT.
by : HERDIYULIS Anggota DPRD Kota Solok Periode 2009-2014 © 2009 Copyright