Minggu, 23 Mei 2010

REFLEKSI GERAKAN MAHASISWA SETELAH 12 TAHUN REFORMASI

. Minggu, 23 Mei 2010

SK Mendikbud 1978 yang melarang kegiatan politik dikampus serta dikeluarkan peraturan tentang Normalisasi Kehidupan Kampus / Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) yang kegiatan politik mahasiswa terpasung oleh peraturan tersebut. Implikais dikeluarkanya peraturan tersebut yaitu dibekukan senat mahasiswa. Tugas mahasiswa hanya difokuskan pada aktifitas keilmuan. Peraturan yang diserta sanksi tersebut membuat kegiatan dan dinamika kehidupan kampus menjadi terpasung. Jika berbicara tentang politik didalam ruang kuliah, meraka menjadi khawatir ditangkap oleh aparat intel.

Tetapi dalam perkembangannya, defenisi politik praktis itu menjadi semu dan tidak jelas batasnya. Menurut Prof. Dr. Retmono, politik sebagai sebuah representasi dan mewakili aspirasi rakyat tidak salah jika juga digelorakan oleh warga kampus
Politik kampus mengusung dua misi, pertama gerakan moral sebagai patron gerakan moral dan gerakan politik sebagai pengejewantahan. Gerakan moral adalah gerakan politik mahasiswa diluar mainstream elit politik dimana mereka akan menyuarakan sesuatu yang tidak benar dan tidak perlu menunggu order dari elit politik. Sedangkan gerakan politik dimaknai sebagai sebuah upaya untuk mengarahkan pada kekuatan yang baik.

Menurut Arbi Sanit, ada lima sebab yang menjadikan mahasiswa peka dengan permasalahan kemasyarakatan sehingga mendorong mereka untuk melakukan perubahan. Pertama, sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mahasiswa mempunyai pandangan luas untuk dapat bergerak di antara semua lapisan masyarakat. Kedua, sebagai kelompok masyarakat yang paling lama mengalami pendidikan, mahasiswa telah mengalami proses sosialisasi politik terpanjang di antara angkatan muda. Ketiga, kehidupan kampus membentuk gaya hidup unik melalui akulturasi sosial budaya yang tinggi diantara mereka. Keempat, mahasiswa sebagai golongan yang akan memasuki lapisan atas susunan kekuasaan, struktur ekonomi, dan akan memiliki kelebihan tertentu dalam masyarakat, dengan kata lain adalah kelompok elit di kalangan kaum muda. Kelima, seringnya mahasiswa terlibat dalam pemikiran, perbincangan dan penelitian berbagai masalah masyarakat, memungkinkan mereka tampil dalam forum yang kemudian mengangkatnya ke jenjang karier.

Seiring berjalannya waktu, mahasiswa tak jarang mengisi waktu dengan mendirikan komunitas-komunitas kecil dan kelompok-kelompok studi dikampus. Banyak pula yang bergabung dengan LSM-LSM tertentu. Gerakan bawah tanah semakin menemukan bentuk menjelang tahun 1997 yang ditandai dengan semakin seringnya mahasiswa melakukan demontrasi dan puncaknya adalah pendudukan gedung MPR/DPR pada mei 1998.

Menjelang akhir tahun 1997 saat Indonesia dilanda krisis moneter dan diikuti dengan berbagai krisis lainnya, para aktivis mahasiswa semakin memantapkan posisinya untuk melakukan gerakan menuntut Soeharto mundur. Pada saat itu, muncul banyak sekali elemen-elemen aksi mahasiswa yang bersifat instan dengan mengusung warna ideologi masing-masing. Namun, satu hal yang mempersatukan mereka adalah keinginan bersama untuk menjatuhkan rejim totaliter Soeharto. Didukung oleh berbagai demonstrasi besar-besaran di berbagai kota di tanah air, gerakan ini kemudian mengkristal menjadi gerakan massa. Sayangnya, gerakan massa rakyat tersebut diwarnai dengan berbagai kerusuhan, terutama di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya, yang justru mencoreng citra gerakan mahasiswa itu sendiri. Walaupun demikian, tekanan perubahan yang dahsyat pada waktu itu memaksa Soeharto mengundurkan diri dari jabatan presiden pada 21 Mei 1998. Di sinilah mahasiswa bersama elemen masyarakat lainnya berperan sangat sentral dalam menggulingkan rejim Orde Baru.

Kalau pada tahun 1966 mahasiswa bekerjasama dengan militer dalam menggulingkan Orde Lama, maka pada tahun 1998 mahasiswa justru menjadikan militer sebagai musuh bersama (common enemy) yang dianggap anti reformasi. Demikianlah, momentum perubahan politik nasional pada 1998 yang terkenal dengan istilah “gerakan reformasi” tidak serta merta membawa perubahan yang menyeluruh dalam kehidupan masyarakat. Setelah empat tahun rejim Soeharto dijatuhkan, kemudian berturut-turut penguasa berganti dari Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan kini Susilo Bambang Yudoyono perubahan yang sejak awal dicita-citakan mahasiswa belum banyak memenuhi harapan. Disisi lain perlu kita akui juga bahwa penegakan hukum sudah ada mulai terlihat perubahan yang nyata terutama dalam memberantas korupsi, hal ini dapat kita lihat dengan tindakan yang dilakukan oleh KPK dengan menindak para pelaku korupsi dari kalangan anggota DPR dan tindak korupsi lainnya. Walaupun masih ada agenda reformasi yang belum tuntas, maka sinilah peran gerakan mahasiswa era selanjutnya harus dimainkan, yakni menuntaskan berbagai agenda reformasi yang belum berjalan.
Lantas, bagaimana gerakan mahasiswa Indonesia ke depan? Apakah mereka akan menemukan bentuknya yang relevan, atau justru kembali pada pengulangan sejarah dalam ketidakberdayaannya? Kalau kita melihat kondisi ril sejak reformasi 1998, gerakan mahasiswa cenderung tidak jelas. Keberhasilan gerakan tahun 1998 tidak serta merta memberikan dinamika positif pada gerakan mahasiswa selanjutnya secara keseluruhan. Ternyata, depolitisasi Orde baru masih tersimpan dalam alam bawah sadar mahasiswa dan masyarakat kita hingga kini. Sehingga pembinaan mahasiswa di lembaga intra kampus pun belum berubah dan beranjak maju. Dengan kata lain, masih seperti dulu pada jaman NKK/BKK. Lemahnya proses ideologisasi dan hanya ditopang oleh semangat euforia sesaat, menyebabkan gerakan tahun 1998 hanya menemukan momentumnya yang sementara, dan kemudian redup.

Walaupun demikian, gerakan mahasiswa tidak boleh berhenti, sebelum perubahan masyarakat seperti yang dicita-citakan terwujud. Generasi boleh berganti, tapi semangat, cita-cita dan idealisme gerakan tidak boleh redup

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 
PASANG IKLAN DISINI. Silahkan Hubungi Kami 0813 74 991124
INDAHNYA KEBERSAMAAN

TERIMA KASIH atas kunjungan anda, Semoga Blog ini dapat menjadi media Penyerap, Penampung, Penyalur dan Memperjuangkan Aspirasi, sehingga kita semua dapat Mewujudkan Tatanan Kehidupan Masyarakat Yang Kritis Dan Dinamis Dalam Menggerakan Dinamika Pembangunan Yang Berlandaskan Pada Prinsip-Prinsip Pemerintahan Yang Baik Dan Bersih Di Bawah Ridho Allah SWT.
by : HERDIYULIS Anggota DPRD Kota Solok Periode 2009-2014 © 2009 Copyright